Baccarat Technology_Baccarat Live Entertainment_Casino game_Baccarat strategy_Online live casino

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Jaringan perjudian malaysia

Ini dia alasan andalanmu selama ini. Hidup sudah sulit, nggak perlu dipersulit lagi. Kalau ada yang lebih mudah, kenapa harus dibuat sulit? Kalau bisa dikerjakan besok-besok, kenapa harus maksa mengerjakan sekarang? Haha. Selagi tugas yang itu masih lama tenggat waktunya, kan kamu bisa mendahulukan hal-hal atau kegiatan lain yang lebih penting atau lebih menarik. Harus skala prioritas gitu lho. Ah, kamu memang paling bisa kalau membuat alasan.

Seperti Anisa Rahma yang sering bercerita tentang ‘kehidupan perkuliahannya’ di akun migmenya, @anisarahmaadi.

Dibalik semua alasan-alasan itu sebenarnya hanya satu. Kalau masih jauh dari tenggat waktu, kamu merasa malas untuk mulai mencicil atau menyelesaikan tugas. Kan kalau mengerjakan sesuatu kamu kamu harus punya motivasi. Nah, biasanya motivasimu yang kuat baru muncul saat-saat menjelang deadline.

Saat mengerjakan tugas mepet-mepet waktu adrenalinmu juga meningkat. Kamu yang suka tantangan pasti hafal banget sensasi ini, saat kamu kejar-kejaran dengan waktu. Semangat, tegang, cemas, takut, tertantang, semua rasa itu bercampur jadi satu. Menegangkan, tapi mengasyikan juga. Kira-kira begitulah. Apalagi saat akhirnya kamu bisa menyelesaikan pekerjaan tepat lima menit sebelum deadline. Rasanya bagaikan lulus ujian nasional. Lega! Lalu kamu pun merasa jadi juara. Keberhasilan itu memberimu kepuasan tersendiri. Sensasinya ‘selamat!’ yang kamu rasakan itu bikin ketagihan.

Deadliner adalah orang yang hobi mengerjakan sesuatu mepet-mepet. Saat ada tugas yang harus dikumpulkan jam satu siang, kamu yang deadliner baru akan mulai mengerjakan jam 11. Lalu selesai tepat jam satu kurang sepuluh menit. Mau tugas yang datang H-1 ataupun H-14 alias dua minggu, nggak ada bedanya. Kamu ngerjainnya tetap H-1 (maksudnya 1 jam sebelum deadline).

Saat dalam kondisi terjepit dan kepepet, kita selalu bisa memutar otak untuk mencari jalan keluar. Kamu tahu manusia itu selalu kreatif, dan kamu pun tak menyia-nyiakan kemampuan unik itu. Yang dulu-dulu kamu cuma bisa bengong saat berhadapan dengan pekerjaan, sekarang kamu bisa mengerjakannya dengan cepat. Di detik-detik genting menjelang deadline, kamu merasa kecerdasanmu meningkat. Mungkin sebenarnya karena saat ini kamu benar-benar mencurahkan kemampuanmu sepenuhnya, sementara sebelumnya niatmu cuma setengah-setengah. Iya nggak?

Meski katanya sistem kerja yang kamu pakai itu nggak bagus, nggak efisien, dan bisa berdampak buruk, toh sampai hari ini ‘the power of kepepet’ masih bisa membantumu menyelesaikan semua. Yang penting pekerjaan beres, dan nggak ada yang dirugikan. Karena kadang kita hanya harus berpikir sederhana untuk menyikapi keadaan dan pekerjaan. Ya nggak?