Best Baccarat Betting Method_Sabah Sports Platform_Bodog Sports Account Website_Live Baccarat Registration

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Jaringan perjudian malaysia

Texas Hold'em Rules Sizeaku memaTexas Hold'em Rules Sizeng bukan Texas Hold'em Rules Sizeperempuan sempurna, baTexas Hold'em Rules Sizehkan jauh dari sosok lemah lembut dan penurut. Sudah terlalu banyak episode-episode dimana kita beradu argumen, berselisih paham, hingga akhirnya cinta juga yang mempersatukan kamu dengan keegoisanmu dan aku dengan keras kepalaku

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Akhirnya, pada jarak dan waktu kutitipkan hati dan rindu ini untukmu..

No matter how bad we fight, you are always be my home…

Andai saja kamu memahami, betapa remuk hati ini saat kamu, pria yang sekian lama menjadi tempat berbagi canda, tawa dan cerita justru memilih untuk kuliah jauh di sana dibanding di sini bersamaku. Namun dengan berjalannya waktu kini aku memahami, perpisahan kita hanyalah sementara..

Bersisian sekian lama, menerka masa depan berdua memang bukan jaminan kelak kita akan hidup menua bersama, bila memang bukan aku yang digariskan oleh takdir untukmu.."

Mereka bilang sia-sia menghabiskan waktu menunggumu, bila di sini masih ada yang berharap bisa mengisi sebagian rongga di hatiku semenjak peninggalanmu.. Mereka lupa bukankah setiap hubungan harus didasari sebuah kesetiaan..

Namun, bolehkah aku meminta hubungan yang telah sekian lama kita perjuangkan akan berakhir di sebuah detik saat tanganmu menjabat tangan Ayahku dan berjanji sehidup semati bersamaku..

Menutup mata akan setiap godaan yang datang , walau sebagai perempuan biasa kadang iri rasanya melihat teman sejawat dapat menghabiskan weekend dan agenda makan bersama. Sementara kita? masih berusaha menepis rindu, berdamai dengan sang jarak dan waktu.

Mereka yang juga kelak menjadi saksi akankah kamu seorang pria yang kini sedang memantaskan diri akan bersatu denganku perempuan yang tak letih menjaga hati..

Sementara kamu telah berubah menjadi sosok pria dewasa. Kamu tahu persis ada banyak hal yang harus dikorbankan dan ada sebagian yang memang pantas diprioritaskan

Kusadari betul, tugas kuliah dan hidup di kota seberang sana, jauh dari teman, sanak keluarga sudah cukup membuatmu tertekan, lantas bagaimana mungkin aku tega merengek rindu, mengeluh akan keadaan kita yang justru hanya akan semakin membebanimu pikiranmu..

Sesungguhnya gadis yang selalu dingin di hadapanmu ini tak lebih dari perempuan yang sedang berpura-pura tegar melewati setiap hari demi hari tanpamu..

Bila kebersamaan kita saat ini adalah hal yang layak dikorbankan, bolehkah aku meminta agar kelak hidup menua bersamaku adalah satu dari sekian banyak target yang ingin engkau gapai?

Bolehkah ku bertanya? Bukankah cinta namanya bila sanggup membuatku bertahan dalam penantian panjang ini?

Yang kutahu setia itu bukan karena namamu ada di setiap bio sosmedku, bukan pula karena foto kita yang selalu kuumbar di hadapan mereka, namun setia itu tahu betul untuk siapa hatiku kalau bukan untukmu..

Keputusanmu untuk meninggalkanku juga bukan tanpa alasan, apalagi kalau bukan untuk mengejar mimpi-mimpimu. Kamu sosok pria dengan kepercayaan diri dan ambisi tinggi tentu akan memilih tempat terbaik untuk mengemban ilmu. Tak sama halnya denganku, gadis pemalu yang lebih banyak menerima takdir tanpa mau berjuang lebih..

Di saat kamu makan salad sendirian disana, akupun disini tak lebih baik kondisinya. Melahap dengan getir tiap suap nasi dan berharap kelak kita dapat duduk semeja, menghabiskan canda tawa setelah sekian lama tak berjumpa…

Aku memang bukan perempuan yang pandai mengungkapkan perasaan ketika tepat berdiri tegak di hadapanmu. Bukan pula gadis yang dengan mudah mengumbar kata sayang dan cinta layaknya sepasang kekasih di luar sana.

Dan setiap kerinduan itu kembali menyapa, aku hanya bisa memejamkan mata, menenggalamkan diri sendiri dalam kesibukan agar sejenak dapat menghapus bayang-bayangmu di setiap hela nafasku. Raga kita memang tak sanggup bersisian, tapi bolehkah hati kita tetap bersanding?

Malu rasanya tiap kali bercermin pada masa lalu, aku masih gadismu yang biasa saja seperti kemarin pertama kali kita berjumpa

Aku masih yang dulu, gadis penuh teka-teki yang selalu bersifat seolah acuh di depanmu, walaupun sejujurnya hati ini meranggas setiap kali merindukanmu