WHO dan「Blackjack Technique」 UNICEF: 2,3 Miliar Orang Tak Punya Akses Cuci Tangan di Rumah

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Jaringan perjudian malaysia

DBlackjack TechnBlackjack TechniqueiqBlackjack Techniqueueapatkan informasi, inspirasi dan insiBlackjack Techniqueght di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru, Salah Satunya Rajin Cuci Tangan

Hand hygiene tidak bisa dipandang sebagai bekal sementara untuk menangani Covid-19. Investasi jangka panjang lebih lanjut dalam air, sanitasi, dan kebersihan dapat membantu mencegah datangnya krisis kesehatan berikutnya," sambung Kelly.

KOMPAS.com - Hari ini, 15 Oktober, adalah hari cuci tangan sedunia. Meski kebiasaan mencuci tangan meningkat selama pandemi, tapi temuan WHO dan UNICEF menunjukkan 3 dari 10 orang atau sekitar 2,3 miliar orang di dunia tidak memiliki fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun di rumah.

"Kebersihan tangan adalah investasi yang sangat hemat biaya, memberikan manfaat kesehatan yang besar dengan biaya yang relatif kecil," tulis WHO dalam laman resminya.

Meski hal ini baik, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa kebiasaan mencuci tangan tidak hanya dilakukan selama masa kritis. Artinya, aktivitas ini harus terus dilakukan jika nanti kita berhasil keluar dari pandemi.

Jika tingkat perhatian pada kebersihan tangan terus berlanjut, pada akhir era SDG di tahun 2030, 1,9 miliar orang di dunia diprediksi masih akan kekurangan fasilitas mencuci tangan di rumah.

"Upaya respons global terhadap pandemi telah menciptakan kemajuan untuk kebersihan tangan. Namun, kemajuan ini masih terlalu lambat untuk komunitas yang paling rentan dan kurang terlayani," kata Direktur WASH UNICEF Kelly Ann Naylor.

Meski kebiasaan mencuci tangan meningkat, WHO mengatakan bahwa tingkat akses ke fasilitas kebersihan tangan tetap rendah.

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, kebersihan tangan mendapat perhatian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seperti kita tahu, mencuci tangan adalah pilar utama dalam strategi pencegahan Covid-19 dan penyakit lainnya.

Menurut laman resmi Dana Anak Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa (UNICEF), secara global 3 dari 10 orang, atau sekitar 2,3 miliar orang, tidak memiliki fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun di rumah.

Situasi terburuk ada di negara-negara berkembang, yakni 6 dari 10 orang tidak memiliki akses ke kebersihan tangan dasar.

Sebab bagaimanapun, mencuci tangan berkontribusi pada ketahanan kesehatan dan ekonomi suatu negara.